"Orang kadang dihakimi oleh mereka yang merasa dirinyalah yang ‘tersuci’, di sini kami menyebutnya sebagai ‘puritan’. Atau mereka yang sangat tahu tentang agama justru berusaha menjatuhkan orang lain,
beragama atau juga yang tidak beragama. Polisi moral? Seringkali dalam diskusi, mempertanyakan agama adalah hal yang tabu dan ‘kafir’ menjadi serangan personal dan menyudutkan mereka yang ,
‘non-believer’. Dari awal, sebagian besar dari kita tidak pernah dapat memilih :
Sejak kecil saya sudah ‘dipilihkan’. Setelah beranjak dewasa, kita bisa memilih ataupun tidak memilih.
Ini adalah pilihan personal, dan tidak ada yang berhak menghakimi pilihan personal kita... Who are you to judge?"
Sucikan aku, tak murni, tutup mataku. Biarkan doktrin ini lekat dalam hatiku. Eliminasi, sterilisasi, murni jiwaku.
Perisai penglihatan, pagari pikiran. Moral? Puritan. ‘Jangan tanya tapi lakukan.
’ Genosida generasi dalam samaran.
Bidak permainan cuci otak. Purifikasi, hakimi, menutup jalan. Melihat diri dalam cermin retak. Norma? Puritan.
‘Jangan tanya tapi lakukan.’ Nilai? Puritan. Terbunuh, nati hilangkan gairah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar